Photo Photo Photo Photo
Selamat Datang di Website Resmi Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata Kota Cirebon

Dangdanggula, 13 Bait. Pupuh ini diawali oleh kalimat Bismillahi rakhman nirakhim. menceritakan lolosnya Walangsungsang putra Prabu Siliwangi, Raja Padjajaran, yang berkeinginan mencari agama Nabi Muhammad

Perjalanan hidup seorang individu dibedakan kedalam tingkatan-tingkatan tertentu, diantaranya adalah masa hamil, masa bayi, masa penyapihan, masa kanak-kanak, masa akil balig/remaja, masa sesudah menikah, masa tua, dan sebagainya.

Gallery Video

Kurs IDR
Kurs Jual Beli
sumber: KlikBCA.com
Whois Counter

WORKSHOP BATIK LEM

Ada yang berbeda di Gua Sunyaragi Senin kemarin (24/3/14). Keramaian tampak terlihat di situs bersejarah Kota Cirebon ini. Hari itu adalah Pembukaan Workshop Batik Lem bagi 40 guru dan siswa SMP – SMA Kota Cirebon yang direncanakan digelar dari tanggal 24 – 27 Maret 2014. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Sanggar Cipta Kreasi Pimpinan Ade Supriyadi. Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Disporbudpar Kota Cirebon (Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata Kota Cirebon) selaku Pembina Kesenian Kota Cirebon dan Direktorat Pengembangan Kesenian, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI). Acara pembukaan dihadiri oleh jajaran Pejabat Disporbudpar Kota Cirebon dan dari pihak Kemendikbud RI.

Kepala Disporbudpar Kota Cirebon, Drs. Dana Kartiman, pada sambutannya kemarin, menyampaikan bahwa, kegiatan ini adalah terobosan baru di bidang pengembangan seni batik dimana media yang digunakan adalah lem sebagai pengganti “malam”. Beliau menyampaikan apresiasi dan penghargaan penuh kepada Ade Supriadi yang memiliki ide cemerlang dalam pengembangan batik tersebut dan berpesan kepada semua peserta khususnya guru bidang kesenian agar mempelajari teknik tersebut dengan baik untuk dapat ditularkan kepada siswa – siswi didiknya.

Pada kesempatan hari itu pula, Kemendikbud yang diwakili oleh Kasubdit Pembinaan Seni Rupa, Drs. Pustanto, MM. berkenan hadir untuk membuka kegiatan dimaksud. Beliau juga menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Mas Ade untuk jasanya dalam menemukan media yang aman dalam membuat batik untuk diajarkan kepada siswa sekolah. Ke depan diharapkan teknik membatik dengan media lem ini dapat terus disosialisasikan dan dikembangkan sehingga mampu diterapkan dengan hasil yang maksimal.

Batik Lem, mungkin sangat asing di telinga kita. Batik yang kita kenal sekarang adalah batik dengan teknik pewarnaan celup menggunakan media “malam” sebagai penyekat warna. Namun batik lem berbeda dengan teknik membatik pada umumnya. Ade Supriyadi sebagai penyelenggara kegiatan ini menyatakan bahwa teknik membatik lem adalah teknik yang sangat aman digunakan karena tidak menggunakan media “malam”.

Seperti kita ketahui, pada teknik batik konvensional membutuhkan kompor dan minyak sebagai pelarut malam. Hal ini sangat beresiko jika diterapkan untuk diajarkan kepada siswa sekolah. Maka berbekal pengalamannya dalam mengajar di sebuah sekolah negeri, Mas Ade pun menciptakan teknik membatik tanpa menggunakan media “panas”.

Read more...

 

Topeng

Topeng Cirebon, demikian sebutan yang dikenal di Jawa Barat, adalah salah satu genre tari yang berkembang di daerah pantai utara Jawa Barat, dari Cirebon sampai ke Banten. Genre tari ini semula tumbuh subur di wilayah kekuasaan kerajaan Cirebon: Kuningan, Majalengka, dan Indramayu. Pernyebarannya sampai ke beberapa daerah di Jawa Barat dari bagian utara sampai ke selatan.  Kini, topeng Cirebon hanya terdapat di beberapa daerah saja, terutama di Cirebon, sebagian kecil Kabupaten Majalengka, sebagian kecil Kabupaten Subang, dan di Kabupaten Indramayu

Read more...

 

Adzan Pitu

Sholat jum’atlah di Masjid Agung Sang Cipta Rasa Kasepuhan, selain suasananya yang terasa beda, karena masjid ini adalah masjid kuno yang dibangun pada masa pemerintahan Sunan Gunung Jati pada tahun 1480 M (abad 15). Anda juga akan berkesempatan mendengarkan adzan pitu, yaitu adzan yang dikumandangkan oleh tujuh orang muadzin secara bersamaan. Walaupun lafal/bacaan yang dikumandangkannya sama, namun dengan dikumandangkan oleh tujuh orang sekaligus, kita akan merasakan getaran yang berbeda saat mendengarkannya.

Read more...

 
English Chinese (Simplified) French Indonesian Japanese
Kepala Disporbudpar
drs.abidin1.jpg

Fasilitas Wisata Cirebon Kota