Semua Artikel

ASAS PENGEMBANGAN PARIWISATA BERKELANJUTAN

ASAS PENGEMBANGAN PARIWISATA BERKELANJUTAN

  April 18,2017   gianto   Dibaca 359 kali cirebon
  Dewasa ini, sektor pariwisata telah menjelma menjadi salah satu sektor yang paling produktif penghasil devisa bagi Negara, seiring dengan semakin berkembangnya kebutuhan warga dunia akan perjalanan. Daerah-daerah tujuan wisata terpadu dikembangkan diberbagai daerah di Indonesia baik kuantitasnya maupun kualitasnya. Jika sampai pada dekade sembilan puluhan, wisatawan dunia hanya mengenal Bali saja, maka saat ini wisatawan dunia telah mengenal Jogja, Lombok, Manado, Batam, Jakarta, Bandung dan lainnya. Bahkan dalam skala obyek wisata, wisatawan dunia telah mengenal dengan baik Candi Borobudur, Candi Prambanan, Danau Toba, Bunaken, Pantai Senggigi, Tanah Toraja, dan obyek wisata lainnya di Indonesia selain yang ada…
KEBUDAYAAN  SEBAGAI  SUMBER DAYA  PENGEMBANGAN PARIWISATA KOTA CIREBON

KEBUDAYAAN SEBAGAI SUMBER DAYA PENGEMBANGAN PARIWISATA KOTA CIREBON

  April 06,2017   gianto   Dibaca 376 kali budaya
&doublequote;>   Sebelum lebih jauh, ada baiknya kita membahas pengertian kebudayaan dalam tulisan ini. Dalam percakapan sehari-hari, konsep kebudayaan sering diartikan secara sempit sebagai sesuatu hasil karya manusia yang berbau keindahan, seperti kesusasteraan, berbagai ragam dan bentuk kesenian dan upacara adat serta bermacam-macam benda dan artefak kuno, yang biasa disebut warisan budaya (cultural heritage). Kedua, kebudayaan diartikan secara luas, yang meliputi keseluruhan aspek kehidupan yang kompleks, termasuk di dalamnya sistem pengetahuan, kepercayaan, kesenian, sistem moral, sistem hukum, adat kebiasaan, dan segala kemampuan yang dimiliki manusia sebagai suatu anggota masyarakat.
SENI BEROKAN CIREBON

SENI BEROKAN CIREBON

  April 06,2017   gianto   Dibaca 395 kali budaya artikel
  Berokan atau dikenal pula dengan sebutan Barongan adalah salah satu jenis kesenian tradisional yang hidup dan  berkembang di wilayah Cirebon. Kesenian yang termasuk ke dalam rumpun seni helaran ini bila dilihat dari wujudnya merupakan bentuk tiruan binatang, yakni kepala seekor singa. Sementara badannya, menurut kepercayaan masyarakat Cirebon, merupakan tiruan dari badan raksasa Syiwa Durga. Kata Berokan itu sendiri menurut salah seorang tokoh budayawan Cirebon, Kartani, berasal dari kata “barokahan”. Nama tersebut diberikan oleh Mbah Kuwu Cirebon atau lebih dikenal dengan nama Pangeran Cakrabuana. Sedangkan kata barongan sebutan lain dari berokan, menurut kamus umum bahasa Sunda…
Iklan, Informasi dan Kebutuhan Citra Pariwisata

Iklan, Informasi dan Kebutuhan Citra Pariwisata

  Maret 31,2017   gianto   Dibaca 256 kali
&doublequote;>   Oleh: Yuda Sanjaya S Sos PROMOSI wisata tidak bisa lepas dari iklan. Sebuah upaya menciptakan ketertarikan dan menciptakan persepsi mengenai daerah tujuan wisata. Dinas Kebudayaan Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata mulai mengadopsi hal ini. Ditandai dengan munculnya iklan informasi pariwisata Cirebon di enam stasiun televisi yang menyasar 20 kabupaten/kota di Pulau Jawa. Kebanyakan iklan ini ditayangkan di stasiun televisi milik Jawa Pos Group seperti Radar Cirebon Televisi yang menyasar wilayah III Cirebon, Baraya Tv yang menyasar Banten, Serang, Cilegon dan Tanggerang Selatan, kemudian PJTV yang…
Multi Aspek dan Multi Efek dari Pariwisata

Multi Aspek dan Multi Efek dari Pariwisata

  Maret 31,2017   gianto   Dibaca 273 kali
&doublequote;> Oleh: Bambang Arayana Sambas Membicarakan persoalan dunia pariwisata seakan tak akan pernah ada habisnya dan selalu diakhiri dengan kesimpulan-kesimpulan yang hampir selalu sama yaitu pernyataan klise yang menyatakan bahwa dunia pariwisata seolah-olah tanggung jawab pemerintah semata, artinya maju mundurnya sektor pariwisata tergantung pada pemerintah. Dari sisi political will atau kebijakan mungkin tidak salah, namun keterbatasan pemerintah dalam berbagai hal dan belum terwujudnya sinerginet working yang baik antara berbagai lini (termasuk masyarakat) mengakibatkan sektor pariwisata nampak seperti jalan di tempat. Bila dilihat dari jihad…
Potensi Wisata Budaya Kota Cirebon dan Permasalahannya

Potensi Wisata Budaya Kota Cirebon dan Permasalahannya

  Maret 31,2017   gianto   Dibaca 613 kali
Oleh: Drs H Adin Imaduddin NurBanyak pakar atau peneliti pariwisata beranggapan, bahwa lama kunjungan wisatawan dapat diperpanjang dengan menambahkan daya tarik wisata yang berbasis kebudayaan. Dalam kegiatan wisata budaya, wisatawan dapat menikmati, menemukan, mengalami, mempelajari keunikan dan berpartisipasi dalam peristiwa budaya atau cara hidup masyarakat pendukung kebudayaan tertentu. Daerah-daerah di Indonesia memiliki potensi kebudayaan yang dapat dijadikan daya tarik wisata secara melimpah. Secara geografis, potensi itu tersebar mulai dari Sabang sampai Merauke. Secara historis, meliputi kurun waktu yang sangat panjang, mulai dari masa prasejarah, masa klasik (Hindu-Buddha), masa Islam, masa kolonial hingga sekarang, termasuk tinggalan yang bersifat tradisional…
Membangun Kota Cirebon sebagai Tujuan Pariwisata Nasional

Membangun Kota Cirebon sebagai Tujuan Pariwisata Nasional

  Maret 31,2017   gianto   Dibaca 376 kali
Infografis: Yuda Sanjaya Oleh: Mustofa, SE Kita semua memaklumi bahwa Kota Cirebon adalah sebuah wilayah yang banyak memberikan banyak nilai tambah.Nilai tambah tersebut Pertama, dari sisi geografis Kota Cirebon berada di pesisir pantai utara yang merupakan jalur utama transportasi darat di Pulau Jawa.Kedua, Kota Cirebon adalah salah satu lokomotif ekonomi di provinsi Jawa Barat.Ketiga, Kota Cirebon secara sosio culture memiliki kekhasan budaya yang sangat atraktif sebagai salah satu keunikan di Pulau Jawa. Tiga nilai tambah inilah yang mendasari Kota Cirebon untuk harus terus ditumbuh kembangkan secara pesat. Dorongan atas tumbuh dan berkembangnya…
Potensi Pariwisata dan Perdagangan Kota Cirebon

Potensi Pariwisata dan Perdagangan Kota Cirebon

  Maret 31,2017   gianto   Dibaca 507 kali
Oleh; Mustofa, SE Pariwisata (tourism) dan perdagangan (trade) merupakan dua unsur ekonomi terpenting yang  mampu memberikan kontribusi signifikan bagi pertumbuhan ekonomi suatu kawasan. Dalam ranah praktis, kedua unsur tersebut memiliki keterikatan erat. Berkembangnya sektor pariwisata, dalam arti meningkatnya kunjungan wisatawan pada suatu kawasan memberikan peluang dikenalnya produk-produk unggulan di kawasan tersebut, yang pada akhirnya dapat meningkatkan perdagangan. Begitu pula   sebaliknya, meningkatnya sektor perdagangan di suatu kawasan akan berkontribusi langsung pada pertumbuhan sektor pariwisata. Sebagai sebuah kota transit dan perdagangan yang sangat penting sejak masa Pemerintahan Kolonial Belanda, Kota Cirebon merupakan berkontribusi besar pada peningkatan sektor ekonomi Jawa…
Melacak Jejak Gamelan Sekaten Cirebon

Melacak Jejak Gamelan Sekaten Cirebon

  Maret 30,2017   gianto   Dibaca 352 kali wisata kesenian sejarah
          Gamelan sekaten merupakan satu perangkat ansambel khusus yang semua instrumennya di bunyikan dengan cara dipukul. Jenis gamelan penyajiannya tidak sembarangan ditabuh dan hanya dapat dijumpai dilingkungan Keraton saja. Di Pulau Jawa terdapat empat Keraton yang hingga kini masih terus melakukan tradisi menabuh gamelan sekaten seperti Kesultanan Yogyakarta, Kasultanan Surakarta, Kasultanan Kasepuhan dan Kanoman Cirebon. Secara historis tradisi menabuh sekaten ini terlebih dahulu memiliki hubungan erat pula dengan masa awal penyebaran agama Islam oleh para Wali pada jaman Kerajaan Demak Bintoro dan Cirebon sekitar abad 15 M.         Tata…
MENGENAL  UPACARA TRADISIONAL “MAULUD NABI MUHAMMAD SAW DAN UPACARA PANJANG JIMAT”

MENGENAL UPACARA TRADISIONAL “MAULUD NABI MUHAMMAD SAW DAN UPACARA PANJANG JIMAT”

  Maret 30,2017   gianto   Dibaca 234 kali budaya sejarah
            Maulud asal kata dari bahasa Arab yaitu Maulid yang artinya kelahiran seorang bayi yang bernama Muhammad, yang dilahirkan pada hari Senin tanggal 12 Rabiul Awal tahun Wawu, perhitungan almanac Arab ‘Iyah, tahun Masehi 571, dengan topik Solikh yang diasuh oleh kakeknya yang bernama Abdul Mutalib. Peringatan Maulid Nabi ini dilaksanakan setelah beliau wafat, dengan demikian perayaan Maulud Nabi ini dikhususkan untuk memperingati Nabi Muhammad SAW, jadi bukan semata-mata untuk umum. Upacara Maulud Nabi dilakukan di Cirebon sejak abad XV saat pemerintah Susuhunan Sunan Gunung Jati, tepatnya pada tahun 1479 M. Yang dilaksanakan…