Artikel

CERITA TOKOH HAJI BANYAMIN SEBAGAI PENSI’AR ISLAM DAN PENENTANG KEKUASAAN BELANDA DAN HUBUNGANNYA DE

    Dibaca 232 kali wisata budaya cirebon sejarah khas kepurbakalaan artikel

Tersebutlah seorang tokoh dalam masyarakat Cirebon bernama Haji Banyamin. SeIain kharismatik karena memiliki panca indera keenam, ia juga dikenal sebagai seorang pensi'ar agama Islam dan seorang yang melakukan perjuangan melawan Belanda. Ketika hidup, ia tinggal di kampung Tugu Dalam. Dan di tempat itu ia melakukan syiar Islam sekaligus melakukan perlawanan terhadap Van Deer Flash, pimpinan Belanda saat itu.

Komplek Yang Dianggap Tempat Tinggal Haji BanyaminMenurut cerita, Haji Banyamin berasal dari Kampung Bendakerep yang letaknya hanya beberapa kilometer saja dari Kampung Tugu Dalam. Karena berasal dari Kampung Bendakerep ini maka aliran Islam yang disyiarkan beraliran Bendakerep. Konon ia juga berasal dari anggota Keluarga yang masih ada hubung annya dengan Keraton. Pada Komplek Yang Dianggap Tempat Tinggal Haji Banyamin jaman Syech Syarif Hidayatullah, orang-orang tuanya meninggalkan keraton untuk menghindari kekuasaan Belanda yang mulai merambah ke dalam kehidupan keraton. Selain itu, konon Haji Banyamin masih keturunan dari Prabu Siliwangi. Yaitu dari seorang anak perempuannya yang bersuamikan Syech Syarif Hidayatullah.

Dalam hidupnya, Haji Banyamin memiliki kekuatan yang lebih dari kekuatan manusia pada umumnya. Hal ini dikarenakan ia memiliki makhluk-makhluk dari bangsa jin yang tugasnya melindungi dirinya beserta keluarganya. Dalam keluarga Haji Banyamin, makhluk-makhluk jin ini tidak selalu menjaga mereka dari marabahaya. Kadang-kadang makhluk halus ini mengajak gurau dengan anggota keluarga. Misalnya suka menyembunyikan suatu barang, seperti kacamata, dan menaruh kembali barang itu pada tempatnya. Atau kadang-kadang mengucapkan kata "Assalamualaikum" layaknya orang yang memberi salam.

Selain itu Haji Banyamin memiliki kekuatan yang lebih dari kekuatan manusia pada umumnya dikarenakan ia memiliki binatang-binatang peliharaan macan dan kuda putih. Untuk macan, seperti halnya bangsa jin, binatang ini juga tugasnya melindunginya beserta keluarganya. Dalam menjalankan tugasnya, macan-macan ini sekian bulan sekali berkeliling. Dan kadang-kadang ada di antara anggota keluarga yang menemui keberadaan macan ini, yakni dengan melihat kukunya yang tampak seperti kunang-kunang. Sedangkan untuk kuda putih, binatang ini memiliki hubungan batin yang kuat dengan majikannya. Ini terbukti dari kejadian saat Haji Banyamin meninggal, kuda putih ini menunggu di pesareannya (kuburannya) selama tujuh hari.

Kelebihan lain dari Haji Banyamin adalah ia memiliki karomah berupa kemampuan menciptakan uang melalui cara gaib. Namun walau memiliki karomah ini, uang yang ia ciptakan hanya untuk dibagikan kepada mereka yang layak menerima, seperti pengemis, janda, anak yatim atau yatim piatu.

Dalam melaksanakan syiar agama Islam, pertama-tama dilakukan adalah mencari tempat yang cocok untuk melaksanakan syiar tersebut. Kampung yang dikemudian hari bernama Tugu Dalam ia pilih karena medannya memungkinkan untuk melaksanakan kegiatannya itu secara mudah. Hal ini disebabkan wilayahnya dataran yang rata hingga pergerakan dapat dilakukan secara leluasa. Selain itu kampung tersebut cocok mengingat tidak terlalu jauh dengan kampung asalnya Bendakerep. Dan selain itu, Kampung Tugu Dalam cocok karena tidak terlalu ramai sehingga lebih mudah menjaga akhlak dan iman dari pengaruh luar. Di tempatnya Kampung Tugu Dalam, sasaran pertama syiar Islamnya adalah penduduk setempat dengan menjadikan mereka muridnya.

Masjid Yang Diyakini Dibangun Haji BanyaminDalam melaksanakan kegiatan syiar Islamnya, banyak hambatan yang harus dilaluinya. Hambatan itu utamanya datang dari pihak Belanda yang berkuasa saat itu. Di antara hambatan itu adalah tidak diijinkannya membangun masjid yang akan dibangun di sekitar rumahnya. Van Deer Flash pemimpin Belanda yang sudah mengenal betul Haji Banyamin melarang pembangunan masjid. Pembangunan masjid baru bisa dilaksanakan setelah kekuasaan Belanda ada di tangan Ratu Whelmina yang mengijinkan adanya pembangunan masjid dan setelah sempat memakan perjuangan yang panjang yang diakibatkan terjadi pertentangan hebat antara Van Deer Flash dengan H. Banyamin. Dan dalam permusuhan antara Van Deer Flash dengan Haji Banyamin, syiar Islam ini menjadi penyumbang penting bagi kemunculan permu- suhan antara keduanya itu.

Dalam perjuangan menentang kekuasaan Belanda sesungguhnya sudah seperti warisan dari para orang tuanya. Ini dikarenakan penentangan terhadap kekuasaan Belanda sudah dilakukan oleh orang-orang tuanya terdahulu. Dan dalam permusuhan antara kedua belah pihak itu, baik Van Deer Flash dari pihak Belanda dengan Banyamin sesungguhnya sudah saling tahu kelebihan dan kekurangan satu sama lain. Terlebih-lebih mereka sudah pernah ketemu di Mekkah dimana saat itu Haji Banyamin sedang melakukan ibadah haji sedangkan Van Deer Flash sedang memperdalam ilmu Agama Islam dalam rangka mencari kelemahan orang-orang Indonesia, khususnya yang beragama Islam. Karena pertemuannya itu mereka lebih saling mengenal siapa sosok dan apa kemauan lawannya.

Berbeda dengan Van Deer Flash yang dalam melawan kelompok Haji Banyamin dengan peperangan lengkap dengan senjata canggih. Dalam perjuangan melawan Van Deer Flash, Haji Banyamin tidak melakukan peperangan secara fisik. Namun demikian, dalam permusuhan itu, jika ada seorang dari kelompok Haji Banyamin meninggal maka akan terjadi sepuluh orang dari kelompok Van Deer Flash meninggal. Selain itu dalam permusuhan itu tidak ada peluru atau bom dari pasukan Van Deer Flash yang bisa sampai ke komplek rumah Haji Banyamin.

Dalam kehidupan masyarakat, cerita ini memiliki beberapa hubungan-hubungan dengan kehidupan masyarakat yang dapat kita saksikan saat ini. Salah satunya adalah adanya keyakinan jika tugu dari kayu yang ada di Kampung Tugu Dalam didirikan Haji Banjamin. Menurut keyakinan itu tugu dari kayu ia dirikan dalam rangka peringatan jika ia beserta keluarganya berasal dari Kampung Bendakerep.

Hubungan penting lainnya dari cerita Haji Banyamin yang dapat kita saksikan adalah nama kampung "Tugu Dalam". Nama "Tugu Dalam" terhubung dengan cerita karena nama itu diambil dari tugu yang dipercaya didirikan Haji Banyamin itu seperti dinyatakan dalam cerita. Sementara itu kata dalam berasal dari kata pedalaman, karena letak tugu ada di daerah pedalaman.

Perayaan Maulid Nabi di Kampung Tugu Dalam
Selain itu hubungan penting lain dari cerita Haji Banyamin dengan kehidupan masyarakat adalah adanya perayaan Maulid Nabi dan Haol yang selalu diadakan di Kampung Tugu Dalam. Dua acara ini memiliki hubungan dengan cerita karena keberadaannya berhubungan dengan isi cerita dan eksesnya.
Maulid Nabi ada karena ada isi cerita yang menggambarkan di satu sisi jika Haji Banyamin adalah tokoh penting dan di sisi lain perayaan ini sudah melekat dengan kehidupannya. Maulud Nabi dilakukan sebagai bentuk perwujudan mengikuti ajarannya. Sedangkan haol ada karena isi cerita yang menggambarkan betapa Haji Banyamin adalah tokoh penting. Dan haol dilakukan karena ada kewajiban untuk memperingati hari kelahirannya sebagai tokoh penting itu.( Maryono Kurniadi, S.IP. M.Si.