Artikel

PENGGURON THAREKAT AGAMA ISLAM PEGAJAHAN CIREBON

    Dibaca 603 kali wisata cirebon sejarah artikel

 

Pengguron Tharekat Agama Islam Pegajahan Cirebon terletak di Jalan Jagasatru Nomor 39, Kampung Pegajahan Utara, Kelurahan Jagasatru, Kecamatan Pekalipan, Kota Cirebon. Lembaga pendidikan ini berdiri di atas tanah seluas 980 meter persegi dan terdaftar pada Departemen Agama Republik Indonesia dengan Nomor 02/PAKEM/1977. Sementara itu pengajian sebagai kegiatan yang sangat penting dalam pendidikan ini mendapat ijin sejak tahun 2000. Dan Pengguron Tharekat Agama Islam Pegajahan di Cirebon sudah ada sejak 600 tahun yang lalu, tepatnya sejak tahun 1389 M.

Pengguron Tharekat Agama Islam Pegajahan Cirebon dipimpin oleh Rama Guru. Dan untuk menduduki jabatan pucuk pimpinan Pengguron  ini dilakukan melalui 2 tahap. Pertama adalah diijasahkan / diberikan kewenangan dari Rama Guru. Mereka yang diijasahkan adalah anak-anak laki-laki Rama Guru. Tahap kedua adalah dihadapkan  kepada ketua-ketua ikhwan dari masing-masing tempat atau kota untuk dipilih. Pemilihan dilakukan dengan suara terbanyak. Adapun silsilah Pemimpin Pengguron Tharekat Agama Islam Pegajahan Cirebon mulai dari awal sampai sekarang adalah sebagai berikut;

  1. Syekh Nurjati
  2. Syekh Abdul Imam Ki Kuwu Carbon Pangeran Cakrabuwana
  3. Syekh Syarif Hidayatullah Sunan Gunung Jati
  4. Pangeran Pesarean
  5. Pangeran Dipati Carbon
  6. Panembahan Ratu Pangeran Dipati Anom
  7. Panembahan Girilaya
  8. Sultan Moh. Badridin Kanoman
  9. Pangeran Raja Adipati Kaprabon Kaprabonan
  10. Pangeran Kusumawaningyun
  11. Pangeran Brataningrat
  12. Pangeran Raja Suleman Sulendraningrat
  13. Pangeran Arifudin Kusumabratawireja
  14. Syekh Pangeran Moch. Nurullah Khabibudin
  15. Syekh Pangeran Moch. Badridin
  16. Syekh Pangeran Moch. Nurullah Akbarudin (P.M. Arifudin Purbaningrat)
  17. Syekh Pangeran Nurullah Makmurudin (P.H. Moh. Nurbuwat Purbaningrat)

Saat ini pimpinan Pengguron Tharekat Agama Islam Pegajahan Cirebon ada di tangan Rama Guru Pangeran Haji Mohammad Nurbuwat Purbaningrat yang bergelar Syekh Mohammad Nurullah Makmurudin yang merupakan generasi dari pimpinan pengguron ini sebelumnya.  Dan rama guru sendiri tinggal di rumah di dalam lingkungan Pengguron sendiri.

Saat ini pengguron ini memiliki ikhwan (murid) 100.000 orang yang terdiri dari berbagai kalangan dan profesi. Mereka tersebar di beberapa tempat atau kota di Jawa Barat dan Jawa Tengah. Tempat atau kota tersebut dan yang sudah pasti adalah Keraton-keraton (Keraton Kasepuhan, Keraton, Kanoman,  dan Keraton Kacirebonan) yang ada di Kota Cirebon, Plumbon, Losari, Kuningan, Majalengka, Bandung, sukabumi, Ciamis, Cilacap, Banyumas, Tegal, dan Pemalang.

Pengguron sendiri memiliki arti sebagai tempat dimana murid-murid menuntut ilmu atau berguru kepada Rama Guru. Tharekat agama Islam yang terdapat di pengguron ini tergolong ke dalam Ahlusunah Waljamaah, yaitu melaksanakan ajaran yang berlandaskan pada Al-Qur’an dan Sunnah Rosul yang dilandasi Rukun Islam dan Rukun Iman untuk mematuhi perintah dan menjauhi larangan guna menuju pada kebahagiaan lahir dan batin. Pada hakekatnya pengguron ini mengajarkan tharekat, yaitu mengamalkan Thoriqoh Syatoriyah untuk menuju pembangunan manusia seutuhnya dalam derajat insanul kamil, yaitu manusia sempurna. Tharekat Syatariyah adalah ilmu Ketauhidan yang memiliki makna kepada jalan yang lurus menuju mardhotillah, yaitu syurga duniawi ukhrowi. Jadi dibandingkan dengan tharekat ini (tharekat Syatariyah), tharekat Agama Islam Pegajahan tidak lain adalah tharekat Syatariyah karena kedua-duanya maknanya sama. Karena ilmu tharekat mengandung arti suatu jalan untuk menuju hidup yang membawa manusia mengenali nikmat keimanan. Yang membedakan hanyalah bahasa. 

Dalam menyampaikan ajaran tharekat Agama Islam di Pengguron ini dilakukan dengan cara Pengajian yang terbagi ke dalam beberapa macam pengajian yang dibedakan berdasarkan skala waktu. Pengajian-pengajian tersebut adalah;

  1. Pengajian Mingguan yang dilakukan tiap malam jum’at.
  2. Pengajian Bulanan yang dilakukan setiap malam jum’at kliwon.
  3. Pengajian Triwulan yang dilakukan setiap 3 bulan 1 kali.

Dari ketiga  macam pengajian itu, Pengajian Mingguan dan Pengajian Bulanan dilakukan di Pendopo dan pelataran (halaman) depan rumah Pendopo yang ditempati rama guru. Sedangkan Pengajian Bulanan dilakukan di daerah-daerah (tempat-tempat / kota-kota dimana terdapat  ikhwan).

Sementara itu aktifitas yang dilakukan kelompok pengguron ini adalah;  

  1. Pengajian rutin kliwonan yang dilakukan 12 kali dalam setahu
  2. Perayaan Asura/Suraan yang dilakukan pada bulan Muharam.
  3. Perayaan Shaparan yang dilakukan pada bulan Shapar.
  4. Perayaan Muludan yang dilaksanakan pada bulan mulud.
  5. Perayaan Rajaban yang dilaksanakan pada bulan Rajab.
  6. Melaksanakan Tarawehan yang dilaksanakan pada bulan Puasa.
  7. Perayaan Syawalan yang dilaksanakan pada bulan syawal.
  8. Perayaan Rayagung yang dilaksanakan pada bulan Idul Adha.

Berbeda dengan pesantren atau sekolah atau perguruan tinggi Islam, dalam menghidupi lembaganya, pengguron tidak mendapatkannya melalui iuran. Untuk menghidupi lembaga pendidikan ini, pengguron mendapatkannya dari sedekah para ikhwan. Sedekah para ikhwan semampu dan seikhlasnya (secara sukarela) ini diberikan saat pengajian.