Artikel

Membangun Kota Cirebon sebagai Tujuan Pariwisata Nasional

    Dibaca 225 kali

Infografis: Yuda Sanjaya

Oleh: Mustofa, SE

Kita semua memaklumi bahwa Kota Cirebon adalah sebuah wilayah yang banyak memberikan banyak nilai tambah.Nilai tambah tersebut Pertama, dari sisi geografis Kota Cirebon berada di pesisir pantai utara yang merupakan jalur utama transportasi darat di Pulau Jawa.Kedua, Kota Cirebon adalah salah satu lokomotif ekonomi di provinsi Jawa Barat.Ketiga, Kota Cirebon secara sosio culture memiliki kekhasan budaya yang sangat atraktif sebagai salah satu keunikan di Pulau Jawa.

Tiga nilai tambah inilah yang mendasari Kota Cirebon untuk harus terus ditumbuh kembangkan secara pesat. Dorongan atas tumbuh dan berkembangnya Kota Cirebon tersebut harus disadari oleh segenap Masyarakat Kota Cirebon.Masyarakat Kota Cirebon patutnya jeli membaca keunggulan, peluang, ancaman dan tantangan Kota Cirebon secara signifikan kedepanya. Hemat kami, ini semua tidak hanya menjadi tugas dan tanggungjawab Pemerintah un sich, tetapi segenap elemen masyarakat Kota Cirebon apakah Pengusaha, Profesional, Akademisi, Politisi, Mahasiswa dan sebagainya, serta yang paling penting adalah kita harus paham dan sadar atas kondisi ini.

Sejak Kota Cirebon dibangun, pengembangan kawasan investasi dan industri, perdagangan dan pariwisata/budaya memang terlihat perubahan mulai dari sisi infrastruktur, birokrasi dan sebagainya.Namun demikian juga tidak sedikit masalah yang masih dihadapi oleh Kota Cirebon dan masyarakatnya, mulai dari infrastruktur, ekonomi, pendidikan, sosial-budaya dan yang lainnya.Suka-atau tidak suka mau atau tidak mau Kota Cirebon harus memiliki orientasi pembangunan yang jelas saat ini dan kedepannya. Misalnya apakah diorientasikan menjadi kota tujuan wisata modern paling tidak menyamai Bandung dimana sekarang kota ini sudah menjadi kota tujuan wisata masyarakat Indonesia untuk menghabiskan masa liburnya.

Selanjutnya, ketika Kota Cirebon sudah menetapkan orientasinya menjadi Kota Tujuan Pariwisata, Apakah Infrastruktur dan Suprastruktur serta masyarakatnya sudah siap?Ini pertanyaan yang patut kita jawab bersama.Kenapa demikian ada beberapa alasan yang dapat kami kemukakan Pertama, Pariwisata menjadi ujung tobak pembangunan Kota Cirebon secara ekonomi, sosial, budaya dan sebagainya. Kedua, melalui pariwisata ini akan lebih menjadi memberdayakan masyarakat Kota Cirebon baik dari segi ekonomi, sosial, budaya maupun pindidikan. Industri pariwisata, memang merupakan industri yang sensitif sekaligus juga kompleks, hal ini karena industri pariwisata adalah industri terpadu (integrated industry) dari berbagai sub system industri.Ia tidak dapat berdiri sendiri, semua sub system industri di dalamnya saling terkait dan berpengaruh satu sama lainnya. Sebagai contoh, dibawah ini disebutkan beberapa subsystem yang saling berpengaruh dalam industri pariwisata; kebersihan kota, keamanan, infrastruktur dan suprastruktur/aksesibilitas kota, manajemen lalu lintas, isu lingkungan setempat, mindset masyarakat setempat, political will pemerintah, manajemen birokrasi, bbjek dan daya tarik wisata, calendar of local event. Sebuah daerah tujuan wisata yang baik, akan memberikan perhatian serius terhadap perkembangan aspek-aspek tersebut di atas. Sebab ketika aspek-aspek tersebut tidak mendapat penanganan yang baik dan profesional, dampaknya kepada perkembangan industri pariwisata itu sendiri. Kegiatan wisata setempat akan mandek bahkan chaos yang ujung-ujungnya berpengaruh pada tidak optimalnya penyerapan PAD dari sektor ini.

Kemudian, ketika berbagai komponen di atas dapat dibenahi dan ditangani secara profesional, selanjutnya kita perlu meningkatkan strategi pengembangan industri pariwisata untuk semakin mengoptimalkan potensi yang ada. Untuk memulai mengembangkan Kota Cirebon sebagai Kota Tujuan Pariwisata;

  1. Branding dan Tagline Kota Cirebon yang telah disusun pada tahun sebelumnya harus diberi penegasan yang lebih tajam, artinya perlu adanya usaha penyebaran branding dan tagline Kota secara bersama yang lebih luas dan menyeluruh kemudian secara aktif branding dan tagline tersebut digunakan untuk berbagai ekspos oleh pemerintah dan jajaran birokrasinya sebagai contoh dijadikan sebagai foto surat pada setiap lembar surat yang dibuat oleh sebuah OPD atau disertakan pada setiap spanduk-spanduk kegiatan pemerintah dan masyarakat.
  2. Untuk membentuk arah pengembangan industri pariwisata Kota Cirebon yang lebih terfokus dan visioner, Kota Cirebon harus memiliki RIPPDA (Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Daerah). Hal ini sangat dibutuhkan sebagai guideline bagi semua pihak yang akan secara bersama-sama mengembangkan Kota Cirebon sebagai daerah tujuan wisata.
  3. Membangun strategi pemasaran yang efektif dan fokus.

 

Selanjutnya, secara bersama-sama antar berbagai pihak harus dibangun sebuah komitmen untuk bersama-sama membangun Kota Cirebon sebagai Kota Tujuan Wisata, ditanamkan sebagai konsensus bersama sehingga berbagai lini mengagendakan secara serius upaya-upaya untuk memajukan Kota Cirebon sebagai kota tujuan wisata. (*)