Artikel

Iklan, Informasi dan Kebutuhan Citra Pariwisata

    Dibaca 383 kali

">

 

Oleh: Yuda Sanjaya S Sos

PROMOSI wisata tidak bisa lepas dari iklan. Sebuah upaya menciptakan ketertarikan dan menciptakan persepsi mengenai daerah tujuan wisata. Dinas Kebudayaan Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata mulai mengadopsi hal ini.

Ditandai dengan munculnya iklan informasi pariwisata Cirebon di enam stasiun televisi yang menyasar 20 kabupaten/kota di Pulau Jawa. Kebanyakan iklan ini ditayangkan di stasiun televisi milik Jawa Pos Group seperti Radar Cirebon Televisi yang menyasar wilayah III Cirebon, Baraya Tv yang menyasar Banten, Serang, Cilegon dan Tanggerang Selatan, kemudian PJTV yang menyasar Bandung.

Untuk priangan timur diwakili Radar Tasikmayala Tv dengan wilayah siaran Kabupaten Banjar, Ciamis, Pangandaran dan Tasikmalaya. Sedangkan untuk Jawa Tengah diwakili Simpang Lima Tv dan untuk skala nasional lewat Jawa Pos Tv.

Konsep iklan ini mengakomodir apa yang disebut ahli bisnis dan manajemen Henry Mintzberg (1998), sebagai pengertian strategi, yakni; Srategi sebagai rencana, posisi, taktik dan perspektif. Sebagai renana karena iklan ini adalah langkah terencana mencapai serangkaian tujuan atau cita cita yang telah ditentukan.

Strategi sebagai pola yang merupakan kesadaran daripada menggunakan yang terencana ataupun diniatkan. Strategi sebagai posisi karena menentukan merek, produk ataupun perusahan dalam pasar, berdasarkan kerangka konseptual para konsumen. Sebagai taktik karena merupakan manuver spesifik dan sebagai eksekusi terhadap insting dan cara berpikir.

Langkah publikasi informasi pariwisata ini baru awal. Ke depan perlu dikembangkan dengan memperhatikan apa yang disebut Bonne L Drewniany dan A Jerome Jewler sebagai Fans Idolize Celebrities.

Penggunaan selebriti dalam iklan ini bisa menjadi daya tarik tersendiri. Dengan harapan, popularitas selebriti yang dipilih mampu memberi pengaruh terhadap brand terutama pada fan base selebriti tersebut. Tapi, penentuan endorsment celebrity ini juga perlu kajian. Perlu sosok yang dapat menjadi representasi pariwisata Cirebon.

Perlu tidak perlu? Perlu! Mengingat banyak hal yang perlu dikembangkan dari sektor pariwisata dan tentu diinformasikan. Ketersediaan akses jalan tol dan sebentar lagi bandara, jangan disia-siakan. Memperluas jaringan informasi akan memberi dampak untuk pariwisata Kota Cirebon. Jangan sampai apa yang ditakutkan beberapa tahun belakangan, benar-benar kejadian di Cirebon. Yakni, kota transit.

Tapi, penggunaan sosok selebritas ini jangan sampai mendistorsi pesan iklan. Atau dalam istilah Bonne L Drewniany dan A Jerome Jewler, overshadow the brand. (*)