Artikel

BATIK MEGA MENDUNG SIMBOL BUDAYA CIREBON

    Dibaca 271 kali cirebon

 

Batik merupakan wujud karya yang sangat luhur dan penuh makna, salah satunya batik motif Mega Mendung . Cirebon adalah kota yang memiliki warisan budaya yang beragam. Salah satunya adalah batik motif Mega Mendung merupakan warisan batik khas Cirebon. Bentuk motif Mega Mendung pada saat sekarang sudah banyak berubah dan dimodifikasi sesuai dengan permintaan pasar diantaranya oleh komunitas perancang busana (fashion designer). Motif Mega Mendung sudah dikombinasi dengan motif-motif bentuk hewan, bunga atau unsur motif lainnya. Dilihat dari segi proses produksi batik Mega Mendung yang dahulunya dikerjakan dengan batik tulis dan batik cap, seiring berkembangnya alat-alat teknologi sekarang ini proses membatik dikembangkan pula dengan proses produksi sablon (print). Dengan demikian harga produksi bisa ditekan lebih murah karena lebih cepat dalm waktu pengerjaanya.

Bentuk produksi batik motif Mega Mendung tidak lagi dalam wujud kain batik saja. Sekarang ini motif batik Mega Mendung . yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari dan keperluan alat-alat rumah tangga : seperti digunakan untuk hiasan dinding lukisan kaca, pada produk interior berupa ukiran kayu, adapula yang dijadikan sebagai sarung bantal, sprei, taplak meja, tas, jaket dan sandal.

Sejarah Batik Cirebon

Pernikahan Sunan Gunung Jati dengan ratu Ong Tien dari Cina menjadi perantara masuknya budaya Cina kekerajaan Cirebon. Sejarah batik di Cirebon terkait erat pula dengan proses asimilasi atau pertukaran budaya serta tradisi religius. Itu terjadi sejak Sunan Gunung Jati menyebarkan agama Islam di Cirebon pada abad ke-16. Menurut para budayawan, sejarah Batik Cirebon berawal ketika Pelabuhan Muara Jati (kini disebut Cirebon) dijadikan tempat persinggahan para pedagang asing seperti dari Tiongkok, Arab, Persia dan India. Masuknya para pedagang asing ini kemudian menciptakan asimilasi dan akulturasi beragam budaya dan menghasilkan banyak tradisi baru seperti batik Cirebon.

Membatik pada mulanya dikerjakan oleh para tarekat yang mengabdi di Keraton, sebagai sumber ekonomi untuk membiayai kelompok tarekat tersebut. Para pengikut tarekat tinggal di desa Trusmi dan sekitarnya. Desa Trusmi terletak kira-kira 4 km dari Cirebon menuju ke arah Barat Daya atau menuju ke arah Bandung, oleh sebab itu hingga sekarang batik Cirebon identik dengan batik Trusmi.

Motif Mega Mendung yang pada mulanya sering berunsurkan warna biru diselingi warna merah melukiskan maskulinitas dan suasana dinamis, sebab dalam metode pembuatannya ada campur tangan laki-laki. Kaum laki-laki anggota tarekatlah yang pada mulanya merintis tradisi batik. Warna biru dan merah tua juga melukiskan psikologi masyarakat pesisir yang lugas, terbuka dan egaliter, selain itu juga warna biru disebut juga menyimbolkan warna langit yang luas, bersahabat dan tenang dan pembawa hujan yang dinanti-nantikan sebagai pembawa kesuburan dan pemberi kehidupan.

Beberapa karya seni yang di angkat dari Cina seperti keramik, piring dan kain berhias gambar awan, dalam paham Taoisme, ilustrasi awan berarti dunia atas. Lukisan awan merupakan gambaran dunia lebar, bebas dan mempunyai arti Ketuhanan. Konsep tentang awan juga penting didunia Islam pada abad ke 16, yang dipakai sufi untuk seperti alam bebas. Para pembatik keraton memakai budaya Cina kedalam motif batik yang mereka bikin, tapi mereka tidak lupa dengan sentuhan Cirebon, jadi ada ketidak samaan  antara motif Mega Mendung dari Cina dan yang dari Cirebon misalnya pada motif Mega Mendung Cina, gores awan menyerupai bulatan. Sedangkan yang dari Cirebon goresan awannya lonjong.

Nilai-Nilai Dasar dalam Batik Mega Mendung

Menurut H. Komarudin Kudiya S.IP, M.Ds. Ketua Harian Yayasan Batik Jawa Barat, nilai-nilai dasar dari batik motif Mega Mendung adalah :

  1. Nilai Penampilan (appearance) atau nilai wujud yang melahirkan benda seni. Nilai ini terdiri dari nilai bentuk dan nilai struktur. Nilai bentuk yang bisa dilihat secara visual adalah motif Mega Mendung dalam sebuah kain yang indah terlepas dari penggunaan bahan berupa kain katun atau kain sutera. Sementara dalam nilai struktur adalah dihasilkan dari bentuk-bentuk yang disusun begitu rupa berdasarkan nilai esensial. Bentuk-bentuk tersebut berupa garis-garis lengkung yang disusun beraturan dan tidak terputus saling bertemu.
  2. Nilai isi (Content) yang dapat terdiri atas nilai pengetahuan (kognisi), nilai rasa, intuisi atau bawah sadar manusia, nilai gagasan, dan nilai pesan atau nilai hidup (values) yang dapat terdiri dari atas moral, nilai sosial, nilai religi.

Pada bentuk Mega Mendung bisa kita lihat garis lengkung yang beraturan secara teratur dari bentuk garis lengkung yang paling dalam (mengecil) kemudian melebar keluar (membesar) menunjukkan gerak yang teratur harmonis. Bisa dikatakan bahwa garis lengkung yang beraturan ini membawa pesan moral dalam kehidupan manusia yang selalu berubah (naik dan turun) kemudian berkembang keluar untuk mencari jati diri (belajar/menjalani kehidupan sosial agama) dan pada akhirnya membawa dirinya memasuki dunia baru menuju kembali kedalam penyatuan diri setelah melalui pasang surut (naik dan turun) pada akhirnya kembali ke asalnya (sunnatullah). Sehingga bisa kita lihat bentuk Mega Mendung selalu terbentuk dari lengkungan kecil yang bergerak membesar terus keluar dan pada akhirnya harus kembali lagi menjadi putaran kecil namun tidak boleh terputus.

  1. Terlepas dari makna filosofi bahwa Mega Mendung melambangkan kehidupan manusia secara utuh sehinga bentuknya harus menyatu. Dilihat dari sisi produksi memang mengharuskan kalau bentuk garis lengkung Mega Mendung harus bertemu pada satu titik lengkung berikutnya agar pada saat pemberian warna pada proses yang bertahap (dari warna muda ke warna tua) bisa lebih memudahkan.
  2. Nilai Pengungkapan (presentation) yang dapat menunjukkan adanya nilai bakat pribadi seseorang, nilai ketrampilan, dan nilai medium yang dipakainya. Ungkapan yang ditampilkan oleh senimannya berupa proses batik yang begitu indah dengan memberikan goresan lilin lewat alat yang dinamakan canting terbuat dari bahan tembaga tipis yang dibentuk secara hati-hati sehingga lilin panas yang melewati ujung canting bisa mengalir dengan lancar. Paduan unsur warna yang harmonis dengan penuh makna bagi siapa yang melihatnya. Unsur warna biru yang kita kenal dengan melambangkan warna langit yang begitu luas, bersahabat dan tenang. Ditambah lagi dengan ada yang mengartikan bahwa biru melambangkan kesuburan sehinga warna batik Megamendung pada awalnya selalu memberikan unsur warna biru diselingi dengan warna dasar merah. Oleh : Herlia, S.Kom.