Artikel

WAYANG KULIT PURWA

    Dibaca 63 kali budaya

Beberapa cerita wayang :

Mahabarata dan Ramayana berasal dari india, Mahabarata karangan Wiyasa sedangkan Ramayana karangan Walmiki. Yang pertama disebarkan di Pulau Jawa adalah Ramayana yaitu pada zaman Raja Rake Balitung tahun 897 di Jawa Tengah. Sedangkan Mahabarata bru dikembangkan ketika zaman empu panuluh dan empu sedah / Raja Erlangga.

  1. Cerita Mahabarata

          Merupakan kitab suci orang Hindu aliran Syiwa. Disalin dalam bahasa Sangsekerta kedalam bahasa Jawa Kuno (Kawi) oleh empu panuluh dan empu Sedah.

     2. Cerita Ramayana

         Merupakan kitab suci orang Hindu aliran Wisnu disusun dalam legenda-legenda kepahlawanan India.

  1. Cerita dalam persi Wali Sanga (Sunan Kalijaga) pada waktu penduduk pulau Jawa menganut agama Hindu yang beraliran Brahma, Wisnu dan Syiwa. Wali Sanga mengembangkan agama islam di pulau jawa tidak dengan darah kekerasan, tetapi dengan membelokan kepercayaan kearah islam sedikit demi sedikit dengan menguunakan media kesenian, diantaranya wayang kulit.

     4. Versi Campuran

Ki Dalang menggarap cerita wayang sebagai berikut :

a.      Galur

 

 

b.      Carang

 

 

c.       Anggit

:

 

:

 

 

:

cerita wayang yang bersumber pada babon aslinya (Mahabarata dan Ramayana)

 

Sempalan dari cerita babon ditambah / disisipkan tentang cerita yang terjadi dalam kehidupan masyarakat

 

Cerita yang bersumber pada kejadian dalam masyarakat

 

 

Menurut pendapat K. H. R. Moh. Adnan, wayang kulit yang ada sekarang bukanlah berasal dari India, melainkan ciptaan bangsa Indonesia sendiri.                                                           Dr. G. H. J. Harcu  dan  R. M. Mangkudiraja, mengatakan bahwa :

  1. Pencipta pertunjukan wayang kulit yang pertama adalah Sang Prabu Jayabaya pada tahun 861 M;
  2. Ketika R. Panji kesatrian menjadi raja bergelar Prabu Surya Wisesa di Negeri Jenggala, mengadakan wayang purwa dengan dalangnya beliau sendiri pada tahun 1145;
  3. Prabu Maesakandewan dari Padjajaran menciptakan wayang kulit purwa pada tahun 1166M;
  4. Jaka Sesuruh Raja Majapahit bergelar Prabu Branata membuat wayang beber di atas kertas lebar pada tahun 1283M;
  5. Prabu Brawijaya Raja Majapahit mempunyai putra pandai menggambar kemudian menggambar bentuk dan corak dari wayang beber dengan beraneka                                             warna pada tahun 1301 M;
  6. Tahun 1443 Sunan Kalijaga meniptakan wayang purwa dari kulit kambing, satu persatu diberi gapit ungtuk dapat ditancapkan. Belum bertangan seperti sekarang;
  7. Raden Trenggono dari kerajaan Bintoro Demak tahun 1447 menciptakan wayang purwa dengan menatah mulut, mata dan telinga;
  8. Suhunan Ratu Tunggal dari Demak tahun 1480 membuat wayang purwa dari kulit dan diperkecil kemudian disebut wayang Kidang Kencana,                                       wayang perempuan diberi anting-anting dan wayang laki-laki rambutnya ada yang pake konde;
  9. Tahun 1505 Jaka Tingkir bergelar Hadiwijaya Raja Pajang menciptakan wayang Purwa dengan perubahan sedikit demi sedikit;
  10. Tahun 1542 Penambahan Senopati Raja Mataran membentuk wayang purwa;
  11. Tahun 1552 Susuhan Prabu Nyakrawati di Mataram membuat wayang purwa induk wayang Kidang Kencana dan melakukan perubahan sedikit;
  12. Susuhunan Kanjeng Sultan Agung Hanyakrokusumo Raja Mataram membuat wayang purwa.