Artikel

“BANDAR CERBON”, Sebuah Angan-Angan Pengembangan Pariwisata Bahari Kota Cirebon

    Dibaca 212 kali wisata cirebon

        Cirebon dengan Garis pantai yang hanya sepanjang 7 KM, merupakan wilayah yang sudah sejak berdirinya merupakan wilayah pesisir yang sangat terkenal dengan sejarah bahari dan potensi baharinya. Apalagi dengan keumuman karakteristik laut pesisir Utara Jawa yang tenang, dengan tekanan angin yang tidak begitu besar memungkinkan berlimpahnya potensi bahari seperti perikanan, pertanian, perindustrian, pemukimam, pelabuhan, pertambangan dan pariwisata. Keterkenalan Cirebon dengan potensi baharinya sampai distigmakan dengan julukan “Kota Udang”, sebuah julukan yang menggambarkan betapa besarnya potensi bahari pesisir Cirebon. Padahal faktanya garis pantai Kota Cirebon hanya kurang dari 1% dibandingkan keseluruhan garis pantai Jawa Barat yang sekitar 365.059 KM. Bandingkan dengan garis pantai Kabupaten Indramayu yang mencapai sekitar 118,29 KM (sumber:LIPI 2007). Meski begitu, melihat banyaknya kegiatan yang terjadi di kawasan pesisir Cirebon, mengindikasikan bahwa sebenarnya ada banyak potensi yang dimiliki kawasan ini. Dilihat dari posisinya Kawasan pesisir cirebon dengan pelabuhan Muara Jati nya merupakan pintu gerbang bagi kegiatan usaha bagi wilayah Hinterland yang lebih luas, yaitu Provinsi Jawa Barat bagian timur dan Provinsi Jawa Tengah bagian barat. Cukup banyaknya infrastruktur yang tersedia di Kota Cirebon ini sangat mendukung bagi para pelaku kegiatan dalam menjalankan aktifitasnya. Kemudahan aksesibilitas dan transportasi pada kawasan ini juga sangat memudahkan para pelaku dalam kelancaran distribusi komoditasnya. 

         Kemudahan lain yang terdapat pada kawasan pesisir adalah bagi keperluan perdagangan atau industri, seperti kemudahan untuk mendatangkan bahan baku dan bahan bakar industri serta komoditas perdagangan, kemudahan untuk mengirimkan hasil industri dan juga kemudahan untuk membuat instalasi pendingin mesin industri. Transportasi laut juga merupakan alat transport yang sangat murah dan dapat menjangkau ke berbagai daerah, pulau-pulau lain maupun mancanegara ( luar negeri ), sehingga sangat menguntungkan bagi aktifitas perdagangan maupun industri yang ada di Kota Cirebon.

         Dengan semakin sempitnya keadahan lahan kosong di Kota Cirebon yang memungkinkan untuk dikembangkan menjadi kawasan wisata terpadu yang mampu menampung wisatawan dengan jumlah yang besar tetapi masih dapat menjaga aspek-aspek kenyamanan dan kesehatan, maka solusi yang masih mungkin untuk dilakukan adalah dengan memanfaatkan kawasan pesisir Kota Cirebon sebagai kawasan wisata terpadu (Integrated Tourism Area). Apalagi, meski tidak terlalu luas, Kota Cirebon sudah pernah memiliki Taman Wisata Ade Irma yang pada masa lalu pernah mengalami kejayaannya sebagai salah satu tempat tujuan wisata bahari yang sangat populer. Yang paling terkini adalah bagaimana kawasan pantai Kejawanan yang meskipun sama sekali belum ditata sebagai kawasan wisata pantai dan meski akses masuknyapun masih dikuasai oleh PT. PELINDO, tetapi animo masyarakat terhadap kawasan wisata bahari ini sangat tinggi, angka kunjungan wisatawan dari Cirebon dan sekitarnya tidak pernah sepi setiap akhir pekannya. Ini adalah fakta betapa potensi wisata bahari Cirebon sangat digemari wisatawan. Tinggal bagaimana Pemerintah Kota Cirebon menjawab peluang ini dengan memanfaatkan semaksimal mungkin beberapa kawasan bahari yang menjadi asset Pemkot Cirebon untuk dikembangkan menjadi kawasan wisata terpadu seperti kawasan pantai Kesenden.

         Saya sebagai salah seorang warga Kota Cirebon yang merasa peduli dengan kawasan pantai Cirebon memimpikan adanya sebuah kawasan wisata bahari terpadu di Kota Cirebon yang menjadi ikon kota sekaligus representasi dari kejayaan bahari Cirebon dimasa lalu. Sebuah kawasan wisata yang menampilkan seluruh potensi bahari Cirebon dari ikannya sampai kuliner dan alamnya. Sebuah kawasan wisata bahari yang menyediakan begitu banyak area terbuka bagi wisatawan untuk beraktifitas dengan latar belakang bahari dan citarasa bahari Cirebon. Sebuah kawasan wisata bahari yang mampu menampung begitu banyak kekayaan potensi kesenian tradisional Cirebon. Sebuah kawasan wisata bahari yang menjadi kebanggaan masyarakat Kota Cirebon. Sebuah kawasan wisata bahari terpadu yang saya namakan dengan “BANDAR CERBON”. Sebuah “Bandar” di masa lalu adalah sebuah kawasan pelabuhan tempat dimana masyarakat bertemu, berkumpul dan beraktifitas memenuhi hajat hidupnya yang sangat beragam. Sebuah keramaian masyarakat yang memberikan berbagai solusi kehidupan bagi mereka. Oleh karena itu, BANDAR CERBON adalah sebuah kawasan wisata bahari terpadu yang mampu menampilkan keseluruhan potensi bahari masyarakat Cirebon dari potensi laut, kuliner, alam sampai potensi kesenian Cirebon. Sekaligus sebagai sebuah kawasan wisata dengan kekhasan latar belakang bahari Cirebon dan citarasa Cirebon. Sebuah kawasan wisata bahari yang dapat menjadi representasi dari stigma “Kota Udang” yang disandang Cirebon sejak dulu.

        Potensi untuk merealisasikan BANDAR CERBON sangat besar. Kawasan pesisir Kesenden sampai dengan Taman Rekreasi Ade Irma sangat representative untuk diubah menjadi kawasan wisata bahari tersebut, selain karena kawasan tersebut sudah terkenal sebagai kawasan wisata bahari sejak dulu, juga karena posisinya yang sangat strategis di pesisir utara Kota Cirebon. Bahwa realisasinya sangat berat mengingat biaya yang dibutuhkan sangat besar, tinggal tawarkan saja kawasan itu kepada para investor untuk mengembangkannya sesuai dengan rencana tata ruang yang direncanakan Pemkot Cirebon.   Sekian.... Mustopa, SE.