Selamat Datang di Website Resmi Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata Kota Cirebon

Dangdanggula, 13 Bait. Pupuh ini diawali oleh kalimat Bismillahi rakhman nirakhim. menceritakan lolosnya Walangsungsang putra Prabu Siliwangi, Raja Padjajaran, yang berkeinginan mencari agama Nabi Muhammad

Perjalanan hidup seorang individu dibedakan kedalam tingkatan-tingkatan tertentu, diantaranya adalah masa hamil, masa bayi, masa penyapihan, masa kanak-kanak, masa akil balig/remaja, masa sesudah menikah, masa tua, dan sebagainya.

Kepala Disporbudpar

kadis_dana.jpg

Gallery Video

WORKSHOP BATIK LEM

WORKSHOP BATIK LEM

Ada yang berbeda di Gua Sunyaragi Senin kemarin (24/3/14). Keramaian tampak terlihat di situs bersejarah Kota Cirebon ini. Hari itu adalah Pembukaan Workshop Batik Lem bagi 40 guru dan siswa... Read more

“ BENTUK PENYAJIAN PERTUNJUKKAN TOPENG C

Pertunjukkan Topeng Cirebon Topeng mengalami perkembangan sejalan dengan dinamika perubahan sosial dan budaya masyarakatnya. Pada setiap kebudayaan, ada dorongan untuk berubah dan ada kekuatan untuk bertahan. Dengan prinsip inilah setiap bentuk... Read more

SENI RUPA BERBASIS EKONOMI KREATIF

Memasuki dunia kesenian, tak ubahnya melayari samudra keindahan.               Di sana kita akan menemukan ruang-ruang  imajinatif, kita akan menemukan kesejukan hati, kesegaran jasmani dan segala hal yang berkaitan dengan kesenangan. Hal... Read more

SEKILAS TENTANG DAYAK SUMBUK

Dayak Sumbuk adalah nama istilah atau sebutan bagi seseorang atau kelompok yang hanya mengenakan rok yang terbuat dari sobekan kertas atau jerami atau rumput atau serutan tali plastik dengan beragam... Read more

GENJRING AKROBAT

Bila ditilik dari awal-awalnya, kesenian genjring mulai ada dan berkembang di daerah Cirebon berbarengan dengan masuknya agama Islam di Cirebon.  Berdasarkan keterangan dari beberapa manuskrip yang mengisahkan sejarah berdirinya Cirebon,... Read more

WAYANG GOLEK CIREBON MASA KINI

Eksistensi budaya dalam kehidupan sosial masyarakat suatu bangsa, memiliki peran penting bagi perkembangan bangsa itu sendiri. Hal ini menunjukan betapa pentingnya budaya sebagai salah satu asset bangsa mampu memberikan tatanan... Read more

KEHIDUPAN WAYANG GOLEK CEPAK CIREBON

A. Cirebon dan Jenis – jenis Kesenian Tradisional Cirebon adalah salah satu kota kecil yang terletak di pantai utara laut Jawa, merupakan bagian dari wilayah Propinsi Jawa Barat. Letak geografis... Read more

Kultur Budaya

Dalam percakapan sehari-hari, konsep kebudayaan sering diartikan secara sempit sebagai sesuatu hasil karya manusia yang berbau keindahan, seperti kesusasteraan, berbagai ragam dan bentuk kesenian dan upacara adat serta bermacam-macam benda... Read more

Meubel Rotan

CIREBON seharusnya tak lagi hanya disebut sebagai kota udang, khususnya di wilayah III Cirebon. Pasalnya, yang justru berkembang pesat di sini bukan bisnis per-udang-an, tetapi mebel rotan. Lihat saja lima kabupaten di wilayah itu, yakni Kuningan, Majalengka, Indramayu, Cirebon, dan Kota Cirebon, yang nyaris di beberapa sudutnya dengan mudah dapat ditemukan perusahaan atau industri rotan rumahan.

Di antara hamparan sawah berdiri perusahaan-perusahaan mebel rotan yang dikelilingi tembok-tembok tinggi. Masuk lagi ke dalam jalan-jalan kecil, seperti di Desa Karangsari, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon, pemandangan kegiatan pembuatan mebel rotan menjadi hal yang amat biasa.

Bisnis mebel rotan dan denyut Cirebon seakan tak terpisahkan. Kini, lebih dari 400.000 orang penduduk menggantungkan hidup dari mebel rotan. Walau kerajinan rotan bukan barang baru bagi masyarakat setempat, puncak kejayaan mebel rotan terjadi pada saat pemerintah menghentikan ekspor rotan asalan-bahan baku mebel rotan-tahun 1986.

Menurut data realisasi ekspor mebel rotan Cirebon saja-tidak termasuk kerajinan tangan yang umumnya berbahan baku limbah mebel rotan-dari tahun ke tahun grafiknya bergerak naik. Menurut catatan Asosiasi Industri Permebelan & Kerajinan Indonesia (Asmindo) Komisariat Daerah Cirebon yang dikutip dari sumber data Depperindag Kabupaten Cirebon tahun 1999 tercatat senilai 84,38 juta dollar AS, tahun 2000 menjadi Rp 91,55 juta dollar, tahun 2003 sebesar 101, 67 juta dollar, dan tahun 2004 sekitar 116,57 dollar AS.

Semua itu baru nilai ekspor mebel rotan yang berasal dari Cirebon dan tidak termasuk mebel rotan buatan Cirebon yang diekspor melalui Jakarta atau kota lainnya di Indonesia.