Kategori -Budaya

KEBUDAYAAN  SEBAGAI  SUMBER DAYA  PENGEMBANGAN PARIWISATA KOTA CIREBON

KEBUDAYAAN SEBAGAI SUMBER DAYA PENGEMBANGAN PARIWISATA KOTA CIREBON

  April 06,2017   gianto   Dibaca 84 kali budaya
&doublequote;>   Sebelum lebih jauh, ada baiknya kita membahas pengertian kebudayaan dalam tulisan ini. Dalam percakapan sehari-hari, konsep kebudayaan sering diartikan secara sempit sebagai sesuatu hasil karya manusia yang berbau keindahan, seperti kesusasteraan, berbagai ragam dan bentuk kesenian dan upacara adat serta bermacam-macam benda dan artefak kuno, yang biasa disebut warisan budaya (cultural heritage). Kedua, kebudayaan diartikan secara luas, yang meliputi keseluruhan aspek kehidupan yang kompleks, termasuk di dalamnya sistem pengetahuan, kepercayaan, kesenian, sistem moral, sistem hukum, adat kebiasaan, dan segala kemampuan yang dimiliki manusia sebagai suatu anggota masyarakat.
Menginformasikan Kota Cirebon Melalui Budaya

Menginformasikan Kota Cirebon Melalui Budaya

  April 01,2017   Super Admin   Dibaca 80 kali
Oleh: Akhmad Amin, S.Sos, MM Perkembangan informasi yang begitu pesat pada masyarakat dewasa ini  mendorong tingginya komunikasi melalui beragam media. Kebutuhan informasi yang semula di dapat melalui media arus utama seperti surat kabar, majalah dan radio dalam perkembangannya menemukan bentuk baru dengan memanfaatkan teknologi informasi sebagai media sosial. Namun demikian sebuah informasi tidak serta merta memiliki derajat kepentingan yang sama, apalagi jika pesan  yang dikirimkan dalam komunikasi tersebut hanya sebatas percakapan ringan antar personal. Harus ada pesan  kuat yang dapat ditransformasikan agar informasi yang dikomunikasikan memiliki derajat kepentingan yang tinggi dan dapat memberikan dampak efektif seperti…
Melacak Jejak Gamelan Sekaten Cirebon

Melacak Jejak Gamelan Sekaten Cirebon

  March 30,2017   gianto   Dibaca 74 kali wisata kesenian sejarah
          Gamelan sekaten merupakan satu perangkat ansambel khusus yang semua instrumennya di bunyikan dengan cara dipukul. Jenis gamelan penyajiannya tidak sembarangan ditabuh dan hanya dapat dijumpai dilingkungan Keraton saja. Di Pulau Jawa terdapat empat Keraton yang hingga kini masih terus melakukan tradisi menabuh gamelan sekaten seperti Kesultanan Yogyakarta, Kasultanan Surakarta, Kasultanan Kasepuhan dan Kanoman Cirebon. Secara historis tradisi menabuh sekaten ini terlebih dahulu memiliki hubungan erat pula dengan masa awal penyebaran agama Islam oleh para Wali pada jaman Kerajaan Demak Bintoro dan Cirebon sekitar abad 15 M.         Tata…
MENGENAL  UPACARA TRADISIONAL “MAULUD NABI MUHAMMAD SAW DAN UPACARA PANJANG JIMAT”

MENGENAL UPACARA TRADISIONAL “MAULUD NABI MUHAMMAD SAW DAN UPACARA PANJANG JIMAT”

  March 30,2017   gianto   Dibaca 57 kali budaya sejarah
            Maulud asal kata dari bahasa Arab yaitu Maulid yang artinya kelahiran seorang bayi yang bernama Muhammad, yang dilahirkan pada hari Senin tanggal 12 Rabiul Awal tahun Wawu, perhitungan almanac Arab ‘Iyah, tahun Masehi 571, dengan topik Solikh yang diasuh oleh kakeknya yang bernama Abdul Mutalib. Peringatan Maulid Nabi ini dilaksanakan setelah beliau wafat, dengan demikian perayaan Maulud Nabi ini dikhususkan untuk memperingati Nabi Muhammad SAW, jadi bukan semata-mata untuk umum. Upacara Maulud Nabi dilakukan di Cirebon sejak abad XV saat pemerintah Susuhunan Sunan Gunung Jati, tepatnya pada tahun 1479 M. Yang dilaksanakan…
KLENTENG PEMANCAR KESELAMATAN  (KLENTENG WINAON)

KLENTENG PEMANCAR KESELAMATAN (KLENTENG WINAON)

  March 28,2017   gianto   Dibaca 64 kali wisata budaya cirebon sejarah
            Klenteng ini terdapat di Jalan Winaon, Keluarahan Lemahwungkuk, Kecamatan Lemahwungkuk. Karena terdapat di jalan itu, klenteng dikenal juga sebagai Klenteng Winaon, berlokasi -6 0 43’ 10.15’’ LS / 108 0 33’ 56.82’’ BT, Jalan Winaon Luas Bangunan dan Luas Lahan masing – masing ± 775 M2 dan ± 800 M2 .            Pada masa lalu, daerah sekitar klenteng ini merupakan kawasan pemukiman penduduk keturunan Tionghoa atau biasa disebut Pecinan. Menurut salah seorang pengurusnya, pada awalnya Klenteng Pemancar Keselamatan berdiri di Jalan Persewaan (sekarang Jl. Kantor). Karena letaknya hanya sekitar 100 M…
FENOMENA WISATA ZIARAH

FENOMENA WISATA ZIARAH

  March 28,2017   gianto   Dibaca 69 kali wisata cirebon sejarah
               Wisata Ziarah ke tempat – tempat yang dianggap suci memiliki tujuan memaknai diri didalam mengasah dimensi spiritualitas. Hal tersebut dilakukan melalui penghayatan terhadap nilai historis – teologis yang tergambar dalam artifak dan peninggalan sejarah yang mampu “berbicara” menyentuh kedalam dimensi spiritual pengunjungnya. Wisata ziarah juga memfasiltasi seseorang untuk merasakan sesuatu yang baru, berbeda dan bermakna serta menambah “kekuatan” dari tiap – tiap tempat yang dikunjunginya.             Pada mulanya ziarah hanyalah sekedar mengunjungi tempat – tempat suci untuk berdo’a dan menjalani ritual lainnya. Namun lambat laun ketika orang mulai berduyun – duyun disetiap kesempatan (…
PENGGURON THAREKAT AGAMA ISLAM PEGAJAHAN CIREBON

PENGGURON THAREKAT AGAMA ISLAM PEGAJAHAN CIREBON

  March 28,2017   gianto   Dibaca 77 kali wisata cirebon sejarah artikel
  Pengguron Tharekat Agama Islam Pegajahan Cirebon terletak di Jalan Jagasatru Nomor 39, Kampung Pegajahan Utara, Kelurahan Jagasatru, Kecamatan Pekalipan, Kota Cirebon. Lembaga pendidikan ini berdiri di atas tanah seluas 980 meter persegi dan terdaftar pada Departemen Agama Republik Indonesia dengan Nomor 02/PAKEM/1977. Sementara itu pengajian sebagai kegiatan yang sangat penting dalam pendidikan ini mendapat ijin sejak tahun 2000. Dan Pengguron Tharekat Agama Islam Pegajahan di Cirebon sudah ada sejak 600 tahun yang lalu, tepatnya sejak tahun 1389 M. Pengguron Tharekat Agama Islam Pegajahan Cirebon dipimpin oleh Rama Guru. Dan untuk menduduki jabatan pucuk pimpinan Pengguron …
KELOMPOK PENGANUT ALIRAN BENDAKEREP

KELOMPOK PENGANUT ALIRAN BENDAKEREP

  March 28,2017   gianto   Dibaca 63 kali wisata budaya cirebon sejarah artikel
  Kelompok penganut aliran Bendakerep dibentuk dan dipimpin pertama kali oleh Ki Sepuh Soleh yang hidup pada masa penjajahan Belanda awal. Pendirian sekaligus pemimpinan pertama ini dilakukan di Kampung Bendakerep suatu kampung di pinggiran Kota Cirebon, tepatnya di Kelurahan Argasunya, Kecamatan Harjamukti. Dan sampai saat ini kelompok ini masih menjadikan Kampung Bendakerep, yaitu tempat dimana kelompok ini lahir, sebagai pusat kegiatan mereka. Mengingat aliran yang mereka anut mendasarkan pada Aliran Ahli Sunah Wal Jamaah atau dikenal dengan Aliran Aswaja maka kelompok ini tergolong ke dalam penganut Aliran Ahli Sunah Wal Jamaah.               …
BLANGKON CIREBON

BLANGKON CIREBON

  April 03,2017   gianto   Dibaca 58 kali wisata budaya khas
             Blangkon adalah tutup kepala tradisional bentuk formal bagi kaum lelaki, masyarakat daerah-daerah di pulau Jawa, khususnya kaum lelaki menakan, yang diperkirakan mulai berkembang sejak abad 18. Blangkon boleh dikatakan bentuk penyempurnaan dari pada tutup kepala yang disebut iket.             Di wilayah Cirebon dan sekitarnya, dahulu iket dijadikan tutup kepala yang sangat penting karena dapat menyimbolkan status masyarakat. Iket merupakan tutup kepala yang tidak hanya digunakan oleh masyarakat pedesaan, tetapi juga masyarakat kratonan, hanya bentuknya berbeda, yaitu dalam bentuk lipatan unik, yang direkayasa sedemikiian rupa, hingga menyerupai bentuk blangkon seperti sekarang. Kemudian dalam perkembangannya disempurnakan, sehingga menjadi tutup…
MUNGGAH SUHUNAN CIREBON

MUNGGAH SUHUNAN CIREBON

  March 27,2017   gianto   Dibaca 70 kali cirebon
                                                  Munggah Suhunan adalah upacara memasang kayu panjang paling atas pada rumah baru. Dalam upacara sakral ini, di Cirebon, kayu paling panjang ini disebut “nok”.  Upacara pemasangan kayu nok ini dilakukan ketika rumah sudah mencapai setengah badan. Artinya upacara munggah suhunan dilakukan ketika seluruh tembok rumah sudah selesai. Namun demikian dalam prakteknya upacara ini dimulai ketika kuda-kuda yang dipasang untuk dudukan kayu nok dan didudukkan di atas tembok selesai. Dan upacara ini…