Tag -wisata

Melacak Jejak Gamelan Sekaten Cirebon

Melacak Jejak Gamelan Sekaten Cirebon

  Maret 30,2017   gianto   Dibaca 255 kali wisata kesenian sejarah
          Gamelan sekaten merupakan satu perangkat ansambel khusus yang semua instrumennya di bunyikan dengan cara dipukul. Jenis gamelan penyajiannya tidak sembarangan ditabuh dan hanya dapat dijumpai dilingkungan Keraton saja. Di Pulau Jawa terdapat empat Keraton yang hingga kini masih terus melakukan tradisi menabuh gamelan sekaten seperti Kesultanan Yogyakarta, Kasultanan Surakarta, Kasultanan Kasepuhan dan Kanoman Cirebon. Secara historis tradisi menabuh sekaten ini terlebih dahulu memiliki hubungan erat pula dengan masa awal penyebaran agama Islam oleh para Wali pada jaman Kerajaan Demak Bintoro dan Cirebon sekitar abad 15 M.         Tata…
KLENTENG PEMANCAR KESELAMATAN  (KLENTENG WINAON)

KLENTENG PEMANCAR KESELAMATAN (KLENTENG WINAON)

  Maret 28,2017   gianto   Dibaca 162 kali wisata budaya cirebon sejarah
            Klenteng ini terdapat di Jalan Winaon, Keluarahan Lemahwungkuk, Kecamatan Lemahwungkuk. Karena terdapat di jalan itu, klenteng dikenal juga sebagai Klenteng Winaon, berlokasi -6 0 43’ 10.15’’ LS / 108 0 33’ 56.82’’ BT, Jalan Winaon Luas Bangunan dan Luas Lahan masing – masing ± 775 M2 dan ± 800 M2 .            Pada masa lalu, daerah sekitar klenteng ini merupakan kawasan pemukiman penduduk keturunan Tionghoa atau biasa disebut Pecinan. Menurut salah seorang pengurusnya, pada awalnya Klenteng Pemancar Keselamatan berdiri di Jalan Persewaan (sekarang Jl. Kantor). Karena letaknya hanya sekitar 100 M…
VIHARA DEWI WELAS ASIH  (KLENTENG TIAU KAK SIE)

VIHARA DEWI WELAS ASIH (KLENTENG TIAU KAK SIE)

  Maret 28,2017   gianto   Dibaca 195 kali wisata budaya cirebon kepurbakalaan
            Berdasarkan prasasti yang terdapat di ruang depan bangunan utama, klenteng telah mengalami beberapa kali perbaikan tanpa merubah bentuk aslinya, antara lain tahun 1791, 1829, dan 1889. Menurut prasasti tahun 1889, terjadi keganjilan ketika pemugaran yang ketiga kali. Pada masa itu Mayor Tan Tjie She, tokoh Tionghoa dan sekaligus kapitan yang memerintah di Cirebon, melarang klenteng dijadikan tempat judi. Klenteng akhirnya roboh dan rusak, tetapi ada empat tiang yang luput dari kerusakan. Setelah diperbaiki, halilintar menyambar klenteng namun hanya empat tiang itu saja yang mengalami kerusakan. Pemugaran selanjutnya dilaksanakan pengurus klenteng.             Semula nama Klenteng Dewi…
PETILASAN SUNAN KALIJAGA CIREBON

PETILASAN SUNAN KALIJAGA CIREBON

  Maret 27,2017   gianto   Dibaca 214 kali wisata cirebon sejarah
         Bangunan Petilasan Kalijaga yang oleh penduduk setempat disebut Pesarean (tempat peristirahatan) berdiri diatas areal   ± 20.000 M2. Bangunan ini berbentuk huruf L dan terdiri atas terbagi 3 ruangan. Ruangan Pertama merupakan tempat bagi para peziarah (Pintu Bacem). Ruang Kedua merupakan tempat beberapa makam kuno, dan Ruang Ketiga merupakan bekas tempat tidur Sunan Kalijaga yang ditutup dengan kelambu. Pada sebelah barat bangunan terdapat makam pengikut dan kerabat Sunan Kalijaga. Situs ini ditutup oleh Kuta Kosod (susunan bata merah) setinggi ± 120 cm dan tebal ± 90 cm. Menurut cerita rakyat, pesarean ini dibangun oleh cicit Sunan…
FENOMENA WISATA ZIARAH

FENOMENA WISATA ZIARAH

  Maret 28,2017   gianto   Dibaca 161 kali wisata cirebon sejarah
               Wisata Ziarah ke tempat – tempat yang dianggap suci memiliki tujuan memaknai diri didalam mengasah dimensi spiritualitas. Hal tersebut dilakukan melalui penghayatan terhadap nilai historis – teologis yang tergambar dalam artifak dan peninggalan sejarah yang mampu “berbicara” menyentuh kedalam dimensi spiritual pengunjungnya. Wisata ziarah juga memfasiltasi seseorang untuk merasakan sesuatu yang baru, berbeda dan bermakna serta menambah “kekuatan” dari tiap – tiap tempat yang dikunjunginya.             Pada mulanya ziarah hanyalah sekedar mengunjungi tempat – tempat suci untuk berdo’a dan menjalani ritual lainnya. Namun lambat laun ketika orang mulai berduyun – duyun disetiap kesempatan (…
PETILASAN PANGERAN ATAS ANGIN

PETILASAN PANGERAN ATAS ANGIN

  Maret 28,2017   gianto   Dibaca 646 kali wisata cirebon sejarah artikel
  Petilasan ini sesungguhnya tempat pesinggahan  sementara Pangeran Atas Angin. Yakni pesinggahan saat setelah ia kalah tanding dengan Mbah Kuwu. Kuburan sebenarnya tidak ada karena kuburannya di desa Megu dibangun masjid. Dan karena menjadi tempat pesinggahan saat setelah kalah tanding ini, ada yang menjuluki tempat ini sebagai petapakan, yaitu Petapakan Pangeran Atas Angin.  Diceritakan Pangeran Atas Angin perang tanding dengan Mbah Kuwu. Dalam perang itu Pangeran Atas Angin terdesak. Di saat yang kritis ini ia kemudian berlari menuju ke Kepompongan.  Maksudnya menuju tempat itu tidak lain untuk menceburkan diri ke selokan dengan maksud untuk mendapatkan kejayaan.…
PORTOFOLIO PRODUK WISATA KOTA CIREBON

PORTOFOLIO PRODUK WISATA KOTA CIREBON

  Maret 28,2017   gianto   Dibaca 283 kali wisata budaya cirebon artikel
    Dilihat dari perspektif kuantitas portofolio sebuah kawasan destinasi pariwisata daerah yang integral, Kota Cirebon sesungguhnya merupakan sebuah kawasan destinasi wisata daerah yang amat terbatas baik dari aspek keragaman maupun dari aspek kuantitas portofolio. Keterbatasan ini disebabkan oleh banyak faktor, salah satunya adalah faktor terbatasnya territorial Kota Cirebon yang hanya + 37 km2, sebuah ukuran luas yang amat sempit untuk sebuah Kota yang menargetkan menjadi salah satu Kota metropolitan di Propinsi Jawa Barat pada beberapa tahun mendatang. Selain itu, keterbatasan portofolio produk wisata Kota Cirebon juga akibat dari pengelolaan tata kota pada masa lalu yang…
PENGGURON THAREKAT AGAMA ISLAM PEGAJAHAN CIREBON

PENGGURON THAREKAT AGAMA ISLAM PEGAJAHAN CIREBON

  Maret 28,2017   gianto   Dibaca 340 kali wisata cirebon sejarah artikel
  Pengguron Tharekat Agama Islam Pegajahan Cirebon terletak di Jalan Jagasatru Nomor 39, Kampung Pegajahan Utara, Kelurahan Jagasatru, Kecamatan Pekalipan, Kota Cirebon. Lembaga pendidikan ini berdiri di atas tanah seluas 980 meter persegi dan terdaftar pada Departemen Agama Republik Indonesia dengan Nomor 02/PAKEM/1977. Sementara itu pengajian sebagai kegiatan yang sangat penting dalam pendidikan ini mendapat ijin sejak tahun 2000. Dan Pengguron Tharekat Agama Islam Pegajahan di Cirebon sudah ada sejak 600 tahun yang lalu, tepatnya sejak tahun 1389 M. Pengguron Tharekat Agama Islam Pegajahan Cirebon dipimpin oleh Rama Guru. Dan untuk menduduki jabatan pucuk pimpinan Pengguron …
KELOMPOK PENGANUT ALIRAN BENDAKEREP

KELOMPOK PENGANUT ALIRAN BENDAKEREP

  Maret 28,2017   gianto   Dibaca 195 kali wisata budaya cirebon sejarah artikel
  Kelompok penganut aliran Bendakerep dibentuk dan dipimpin pertama kali oleh Ki Sepuh Soleh yang hidup pada masa penjajahan Belanda awal. Pendirian sekaligus pemimpinan pertama ini dilakukan di Kampung Bendakerep suatu kampung di pinggiran Kota Cirebon, tepatnya di Kelurahan Argasunya, Kecamatan Harjamukti. Dan sampai saat ini kelompok ini masih menjadikan Kampung Bendakerep, yaitu tempat dimana kelompok ini lahir, sebagai pusat kegiatan mereka. Mengingat aliran yang mereka anut mendasarkan pada Aliran Ahli Sunah Wal Jamaah atau dikenal dengan Aliran Aswaja maka kelompok ini tergolong ke dalam penganut Aliran Ahli Sunah Wal Jamaah.               …
BLANGKON CIREBON

BLANGKON CIREBON

  April 03,2017   gianto   Dibaca 195 kali wisata budaya khas
             Blangkon adalah tutup kepala tradisional bentuk formal bagi kaum lelaki, masyarakat daerah-daerah di pulau Jawa, khususnya kaum lelaki menakan, yang diperkirakan mulai berkembang sejak abad 18. Blangkon boleh dikatakan bentuk penyempurnaan dari pada tutup kepala yang disebut iket.             Di wilayah Cirebon dan sekitarnya, dahulu iket dijadikan tutup kepala yang sangat penting karena dapat menyimbolkan status masyarakat. Iket merupakan tutup kepala yang tidak hanya digunakan oleh masyarakat pedesaan, tetapi juga masyarakat kratonan, hanya bentuknya berbeda, yaitu dalam bentuk lipatan unik, yang direkayasa sedemikiian rupa, hingga menyerupai bentuk blangkon seperti sekarang. Kemudian dalam perkembangannya disempurnakan, sehingga menjadi tutup…